Senin, 05 Oktober 2009
MANAJEMEN MEDIA LONCENG KEMATIAN INDUSTRI MEDIA MASSA CETAK
LONCENG KEMATIAN INDUSTRI MEDIA MASSA CETAK
Saya terkejut ketika membaca tentang salah satu artikel Susanto Pudjomartono yang diterbitkan Tempo edisi 5 April 2009. Media cetak Amerika sudah berjatuhan bangkrut. Bayangkan saja media cetak sebesar Chicago Tribune sekarang gulung tikar dan memutuskan hanya menerbitkan versi onlinenya, bahkan seniornya yang sudah berumur 176 tahun, Post-intelligencer juga mengikuti langkah Tribune.
Sebenarnya apa yang menyebabkan mereka gulung tikar? ternyata keberadaan media elektronik yaitu televisi dan internet yang menggesernya. 70% warga Amerika merupakan pendengar televisi dan 40 % lainnya yang rata-rata berusia dibawah 30 tahun menggunakan reverensi internet (media online) untuk mendapatkan berita nasional dan internasional. Disini kekuatan televisi memang masih lebih tinggi dari pada internet, namun setidaknya naiknya audience media online di Amerika sebesar 24 % dari tahun 2007 menjadi 40% di tahun 2009 menjadi pendorong pergeseran audience media cetak ke elektronik. Fenomena perkembangan blogger dan citizen online journalism yang begitu pesat di negara maju juga menjadi pemicu berkurangnya audience media cetak.
Lalu di Indonesia apakah keberadaan internet sudah mengancam media cetak? Sedikit berbeda dengan media online di Amerika, media online di Indonesia masih didominasi oleh media online yang diinduk dari media tradisional seperti kompas.com, suaramerdeka.com, liputan6.com atau thejakartapost.com. Media online yang berdiri tanpa bantuan media tradisional masih terbatas pada media online penyedia berita stright news seperti detik.com dan kini sudah disusul oleh okezone.com. Meski demikikian, bisa dibilang media online saat ini sudah mulai mengembangkan sayap di Indonesia. Jika kita pesimis pada penggunaan internet via laptop atau PC, masyarakat indonesia kini sudah dimasuki oleh teknologi internet via handphone. HP sendiri sekarang sudah memiliki fitur yang memungkinkan pemiliknya mengakeses internet dengan cepat dan murah.
Jika mengatakan dalam waktu dekat Indonesia akan mengikuti jejak Amerika mungkin memang masih terlalu dini. Pertama mungkin karena perkembangan teknologi internet di Indonesia belumlah sepesat Amerika. Pengguna internet juga masih terbatas yaitu sekitar 25 persen dari penduduk Indonesia dengan angka penetrasi hanya sekitar 10 persen. Hanya saja jangan juga optimis media cetak di Indonesia akan terus eksis karena saat ini tanda-tanda pergeseran dari penggunaan media cetak ke online juga terlihat jelas. Lihat saja kemunculan e-mobile, e-paper dan hampir semua media cetak besar di Indonesia sudah memiliki website.
Di Indonesia kematian media cetak sempat juga menjadi wacana. Bahkan beberapa pengusaha koran sempat panik karena jumlah kopi surat kabar yang dijual tak bergerak. Bahkan kelompok Jawa Pos mendeklarasikan 20 surat kabar telah mati. Sementara yang lain ’berdarah-darah’ karena ditinggalkan pembaca dan pemasang iklan. Surat kabar sekaliber Kompas pun, seperti diungkapkan Jacob Oetama, menilai media cetak belum pernah menghadapi tantangan yang begitu besar, kecuali sekarang. Dia mengingatkan bahwa dunia sedang berubah secara cepat karena revolusi teknologi. Kemajuan teknologi informasi telah membuat posisi media cetak makin tersudutkan.
Apakah era media cetak akan berakhir? Akankah tak ada yang tahu masa depan buku nanti seperti apa. Yang pasti, dulu ketika televisi hadir, ramalan tentang kematian media cetak sudah didengung-dengungkan. Tetapi hingga kini media cetak tetap menjadi acuan utama publik. Bukan televisi, apalagi internet. Di samping itu juga ada beberapa “kelebihan” buku sebagai kekuatan budaya dibandingkan dengan media lain, yaitu 1) buku menjembatani jarak sejarah, 2) buku memberikan kedalam, 3) menyajikan informasi yang terpercaya, 4) buku mudah dibaca kapan dan dimana pun. Setidaknya itu yang masih dirasakan sekarang ini. Apalagi kalau mengingat masalah perbukuan dan minat baca masyarakat Indonesia. Tetapi memang, masa depan adalah masa yang terbuka untuk berbagai kemungkinan. (randy)
Catatan :
TUGAS MANAJEMEN MEDIA
NAMA : RANDHI YUSTIADI WID
NIM : 153060057
KELAS : A / IK
Selasa, 11 Agustus 2009
Aplikasi Komputer Grafis Melalui Teknologi CGI dibalik Film Animasi
Maraknya adaptasi kisah-kisah superhero dari komik ke dalam format layar lebar seakan-akan adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi para animator yang mendapat kesempatan berkiprah dalam proses produksi film-film tersebut. Karena rata-rata animator adalah juga penggila komik, sehingga dengan semangat tinggi tentunya akan menjadikan karakter-karakter favorit mereka tadi menjadi sesuatu yang lebih nyata di layar lebar. Meskipun ‘kecintaan’ pada karakter superhero favorit ini juga mendatangkan ‘masalah’ karena masing-masing biasanya ingin ‘menghidupkan’ tokoh superhero tadi sesuai impian mereka.
Beberapa hal yang menjadi perhatian –terutama tim saat mengadaptasi komik ke dalam sebuah live action film – tentunya perlakuannya akan berbeda jika diadaptasi ke dalam bentuk film animasi yang basisnya sama-sama gambar- adalah aturan-aturan yang berlaku untuk membuat spesial effect dalam film juga berlaku pada film-film superhero. Film-film superhero memiliki kekhasan tersendiri karena superhero pada dasarnya selalu mengabaikan hukum-hukum alam (seperti hukum fisika), tetapi penting untuk tetap menjadikan superhero tadi tetap terlihat nyata dan tetap dapat masuk ke dalam lingkungan atau jagad di mana dia berada. Lagi-lagi unsur believability memegang peranan penting di sini. Selanjutnya, di antara sekian banyak kekuatan super yang dimiliki masing-masing superhero tadi, mana yang dipilih untuk ditampilkan dalam filmnya. Kadang tidak semua kekuatan super bisa muncul dalam film, karena bagaimanapun film memiliki durasi yang cukup pendek, berbeda dengan komik yang bisa mencapai sekian ratus nomor.
Tentu tak sedikit dari kita yang mempertanyakan dengan teknologi apa dan bagaimana film-film kreatif ini dibuat. Ternyata, kunci pembuatan film-film ini adalah sebuah aplikasi komputer grafis yang disebut computer generated imagery (CGI). Dengan perangkat lunak ini bisa diciptakan gambar 3D lengkap dengan berbagai efek yang dikehendaki. Beberapa software CGI populer antara lain Art of Illusion (bisa di-download di sourceforce.net), Maya, Blender, dan lain-lain.
CGI merupakan tehnik penerapan teknologi komputer grafik untuk pembuatan efek kusus (special effect) dalam film. Perangkat lunak (software/program) komputer yang biasanya digunakan dalam penerapan CGI antara lain 3ds Max, Blender, Light Wafe 3D, Maya, dan Autodesk Softimage.
Computer-Generated Imagery (CGI; bahasa Indonesia: "pencitraan yang dihasilkan komputer") adalah penggunaan grafik komputer (atau lebih tepatnya, grafik komputer 3D) dalam efek spesial. CGI digunakan dalam film, acara televisi dan iklan, dan juga media cetak. Permainan video umumnya menggunakan grafik komputer waktu-nyata (jarang disebut sebagai CGI), namun juga sering menggunakan "adegan tengah" (cutscene) yang telah dirender dan film-film pembuka yang mirip dengan penggunaan CGI. Ini dinamakan Full Motion Video (FMV).
Kebut-kebutan di dunia animasi semakin sengit saja. Persaingan itu tidak hanya di era 3D sekarang. Namun, di era animasi 2D dulu pun juga terjadi persaingan secara ketat. Topik ini sangat menarik untuk diperbincangkan. Di dalam tulisan ini saya akan menulis hal-hal yang berkaitan dengan dunia animasi. Kita tahu bahwa sesuatu rangkaian gambar dengan memanfaatkan teknik animasi sehingga menghasilkan sesuatu yang terlihat hidup dan bergerak disebut dengan animasi. Masih banyak pengertian animasi yang dapat kita ketahui. Dunia film animasi yang akan saya bicarakan disini adalah animasi-animasi dalam bentuk kartun.
Kita ketahui bahwa animasi tidak akan jauh-jauh dari Disney. Animasi pertama kali dihasilkan pada tahun 1901 dan diciptakan oleh seorang lelaki bernama Walter Disney. Ia mendirikan sebuah perusahaan yang kian lama semakin merajai dunia kartun. Perusahaan yang menjadi “rajanya animasi”, Walt Disney. Sudah ratusan film kartun yang sudah diciptakan oleh perusahaan besar ini. Akibatnya, terbentuk suatu pikiran di masyarakat, jika kita ngomongin film kartun maka kita ngomongin Disney.
Animasi 2D terus dikonsumsi oleh para animator-animator dunia. Selain Disney, perusahaan lain yang menggunakan animasi 2D adalah Nickelodeon. Nickelodeon menciptakan beberapa film-film kartun, salah satu yang menjadi icon juga adalah SpongeBob Square Pants. Masih banyak perusahaan-perusahaan lain yang mengikuti jejak Walt Disney dalam menciptakan film-film kartun berbasis 2D. Kita ketahui, teknologi selalu berjalan maju ke depan. Teknik animasi berbasis 2D pun mempunyai saingan, yakni teknik animasi dengan basis 3D. Film-film animasi dengan 3D mempunyai keunggulan yang lebih dibandingkan dengan 2D. Teknik modern ini menjadikan film-film animasi kartun lebih real, bernyawa dan lebih hidup tentunya. Dengan bantuan teknologi CGI (Computer Generated Imagery), film-film kartun terlihat lebih bernyawa dan nyata.
Kita semua pastinya pernah menyaksikan film-film photo realistic animation yang mendorong kita untuk membayangkan bagaimana cara membuatnya. Adegan air laut terbelah dan membentuk gelombang setinggi menara tertinggi di dunia. akibat tumburan meteor sebesar kota New York dan siap menyelimuti kota terbesar di dunia dan merobohkan gedung-gedung pencakar langit dalam film Deep Impact yang begitu realistis membuat kita bertanya-tanya bagaimana proses pembuatannya? Begitu juga dengan adegan kota yang tertutup badai salju dalam film The Day After Tomorrow. Ada yang menebak dibuat miniatur kecil yang semirip mungkin dengan aslinya kemudian disiram dengan air sehingga terlihat seperti adegan-adegan spektakuler itu. Adalah teknologi komputer grafis yang membantu berbagai macam hal yang terlalu mahal dan tak mungkin untuk dibuat dalam film, iklan, dan video games menjadi nyata. Teknologi visual effect pada berbagai macam software 3 dimensi dan software-software pendukung lainnya yang membuat kita terhenyak ketika menyaksikan adegan seolah-olah bumi mengalami kiamat. Mungkin anda mulai berpikir apa hubungannya hal-hal semacam itu dengan fotografi? Di negara-negara barat teknologi canggih atau yang kini sering disebut dengan CGI mulai diaplikasikan pada bidang fotografi. Berbagai obyek yang terlalu sulit atau mahal dibuat dengan fotografi diciptakan melalui CGI.
CGI atau yang disebut juga Computer-generated imagery adalah sebuah visual-visual baik berbentuk still foto maupun film/ iklan/ interactive element dalam website yang diciptakan dengan software-software komputer grafis. Visual-visual yang dihasilkan melalui proses CGI biasanya mengedepankan unsur photo-realistic atau kemiripan dengan aslinya. (Computer-Generated Imagery). Teknologi CGI ini membuat gambar yang dihasilkan lebih bagus dan terlihat seperti nyata. Glen Taylor, pendiri sekaligus direktur operasional Taylor James, sebuah perusahaan CGI yang berdomisili di Inggris mengatakan bahwa kini kita bisa menjumpai banyak gambar yang dihasilkan dengan CGI, baik sebagian ataupun secara keseluruhan. Mulai dari film animasi, video & computer game, special effects pada film & iklan TV, konten interaktif pada website dan dalam pembuatan sebuah visual fotografi.
ketika menggunakan fotografi dalam membuat sebuah visual, maka obyek yang didapatkan adalah apa adanya. Ketika kita menginginkan sedikit perubahan dan penyesuaian maka diperlukan pemotretan ulang. Gley Taylor dari Taylor James (pembuat CGI pertama) memberi contoh sebuah project Motorola yang mereka kerjakan, project tersebut berawal dari hanya image untuk iklan cetak.
CGI sebuah obyek visual dapat digunakan kembali dengan merubah pencahayaan, kamera /framing dan juga menambahkan gerakan untuk keperluan media TV. Teknologi CGI yang dimiliki oleh Dreamworks lebih banyak dipakai dalam film non-animasi. Contoh kehebatan teknologi buatan Dreamworks bisa kita lihat di film Jurasic Park atau Men In Black.
Rupanya Dreamworks mau juga merambah ke dunia animasi. Gebrakan pertama mereka ya Antz itu. Sejak saat itu mulai deh antara Pixar dan Dreamworks saling kebut-kebutan untuk membuat film animasi.
Tidak semua film ciptaan komputer berjalan mulus menjadi box office di pasaran. Contohnya, film yang dikembangkan dari sebuah game yaitu ”Final Fantasy: The Spirit Within” (2001). Meski terkenal sebagai film pertama yang menciptakan tokoh manusia dengan CGI, tapi pasar tak antusias menyambutnya. Tak heran bila setelah produksi ke-2 ”Final Flight of the Osiris” sebuah film pendek sebagai prolog film ”The Matrix Reloaded”, Square Pictures gulung tikar.
Pengembangan teknologi CGI terus dilaporkan setiap tahun pada konferensi tahunan SIGGRAPH mengenai komputer grafis dan teknik interaktif yang dihadiri oleh puluhan ribu profesional komputer. Di sini para tokoh di balik penciptaan animasi-animasi bertemu. Bukan hal yang tidak mungkin suatu hari kelak para animator Indonesia pun akan banyak berbicara di pentas dunia.***
NAMA : RANDHI YUSTIADI WID
NIM : 153060057
KELAS : A
TUGAS TAKE HOME UJIAN AKHIR SEMESTER PENDEK 2009
DOSEN : PAK EDWI SOSIAWAN
Jumat, 24 Juli 2009
TEKNOLOGI 3G / 3,5G dan Perbandingan GSM dengan CDMA
A. PENGERTIAN TEKNOLOGI 3.5G
Teknologi 3.5G ini merupakan teknologi transmisi data pita lebar yang dapat digunakan secara berpindah-pindah (mobile broadband) yang berbasis HSDPA (High-Speed Downlink Package Access). 3.5G adalah teknologi lanjutan dari 3G yang dalam teori memberikan layanan suara, video, maupun akses dengan kecepatan hingga 3.6 Mbps atau sembilan kali lebih cepat dari layanan 3G umumnya.
Content teknologi 3.5G tidak jauh berbeda dengan content 3G yang sudah ditawarkan oleh beberapa operator selular di Indonesia yaitu video call, mobile video, mobile TV, serta video content. Mungkin yang unik adalah fitur multiplayer game nya. Perbedaan antara 3G dengan 3.5G adalah 3.5G lebih tajam gambarnya ketimbang 3G. tidak itu saja, bahkan konsumen juga dapat mengakses internet melalui ponsel tersebut.
Seperti teknologi sebelumnya, teknologi 3.5G juga menggunakan jalur lebar (broadband) yang menyediakan koneksi internet lebih cepat dan sambungan langsung ke jaringan internet internasional maupun lokal. Dengan kecepatan yang dahsyat itu, 3.5G menghantarkan pengalaman multimedia bagi penggunanya. Mulai dari download email, video calling hingga streaming video dapat dilakukan dengan kualitas yang bisa dipastikan jauh lebih baik.
B. PENGGUNAAN TEKNOLOGI 3.5G
HSDPA (High Speed Downlink Package Access) adalah sebuah protokol telepon genggam dan kadang kala disebut sebagai teknologi 3.5G. teknologi ini dikembangkan dari W-CDMA (Wideband CDMA) sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA 2000. HSDPA memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbite/detik arah turun). HSDPA merupakan evolusi dari standar W-CDMA dan dirancang untuk meningkatkan kecepatan transfer data lima kali lebih tinggi. HSDPA mendefinisikan sebuah saluran W-CDMA yang baru, yaitu high-speed downlink shared channel (HS-DSHC) yang cara operasinya berbeda dengan saluran W-CDMA yang ada sekarang, tetapi hanya digunakan dalam komunikasi arah bawah menuju telepon genggam.
C. APLIKASI TEKNOLOGI 3.5G
Teknologi 3.5G ini memungkinkan penggunanya untuk mendownload beragam sajian multimedia separti streaming video, streaming musik, mobile TV, online game, cuplikan film, animasi, video klip, berita keuangan, MP3, dan download karaoke dengan kecepatan tinggi. Semuanya dapat dilakukan sambil tetap melakukan video call dengan tanpa mengganggu proses transfer data. Kegunaan lain teknologi 3.5G yang paling sering dimanfaatkan saat ini adalah menjadi internet broadband HSDPA. Dengan teknologi ini kita dapat mengakses data atau internet lebih cepat.
Operator-operator seluler di Indonesia yang sekarang telah menggunakan teknologi ini adalah Telkomsel, Indosat, dan XL. Kebanyakan dari operator tersebut menggunakan teknologi ini lebih difokuskan kepada penyediaan internet broadband 3,5G atau internet broadband yang berkecepatan tinggi. Para operator meyediakan paket internet broadband cepat yang mengacu pada besarnya kuota kemampuan unduh yang akan digunakan oleh pelanggan. Paket-paket yang diberikan oleh ketiga operator ini rata-rata sama yaitu paket 500MB, paket 1GB, Paket 2GB, dan yang lainnya. Yang membedakan antara operator satu dengan yang lainnya biasanya hanya di harga.
D. KEUNGGULAN TEKNOLOGI 3.5G
Dengan berbekal bandwith hingga 3,6 Mbps, kehadiran HSDPA dari jalur teknologi 3.5G ini meninggalkan pendahulunya yaitu GPRS hingga 3G. GPRS hanya sanggup membawa data hingga 50 Kbps. Penerusnya EDGE yang juga dikenal dengan 2.75G hanya mampu sampai di 150 Kbps. Sedangkan WCDMA alias 3G baru bisa mengusung data secepat 384 Kbps. Teknologi 3.5G mobile internet access menawarkan berbagai keuntungan untuk kalangan bisnis maupun perorangan. Keunggulan utama yaitu dengan kecepatan super tinggi hingga 3,6 Mbps menggunakan teknologi High Speed Downlink Package Access (HSDPA) memperlihatkan bahwa teknologi 3.5G sangat superior dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 3.5G di INDONESIA
1. Dari sisi Penyedia Produk 3.5G
Teknologi komunikasi dengan segala kemajuannya, memang telah menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern yang mobile saat ini. Padatnya kesibukan dan tuntutan kepraktisan yang semakin memburu, produsen terus didorong untuk menciptakan perangkat komunikasi yang canggih dengan kelengkapan berbagai fasilitas unggul dan fitur aplikatif sebagai sarana pendukung aktivitas penggunanya.
Menyadari tuntutan kebutuhan tersebut, beberapa produsen ponsel besar seperti Nokia, Sony Ericsson, Samsung, LG dan Motorola telah meluncurkan berbagai seri ponsel terbaik. Tidak hanya yang terdepan dalam penggunaan teknologi tinggi, ponsel-ponsel tersebut juga diklaim mampu memenuhi kebutuhan pengguna akan sebuah ponsel kaya fitur, desain dan penggunaan bahan yang revolusioner dan stylish.
Berbicara tentang keunggulan teknologi, sejak mulai beroperasinya jaringan 3G (generasi ketiga telepon nirkabel) di Indonesia, beberapa vendor telah mengisi pasar dengan ponsel yang memungkinkan penggunanya mengakses teknologi tersebut. Dan saat ini, seiring perkembangan teknologi menuju penggunaan jaringan 3,5G atau yang dikenal dengan teknologi HSDPA (High Speed Download Packet Access), mereka juga telah siap dengan seri-seri ponsel terbaru yang dapat digunakan untuk mengakses teknologi tersebut.
Teknologi HSDPA, pada intinya menawarkan berbagai keunggulan dibanding teknologi sebelumnya. Dengan 3 keunggulan utama, yaitu: kemampuan akses yang lebih dari kecepatan 3G standar UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) sehingga tayangan video call akan tampak lebih halus; delay pada koneksi VoIP lebih kecil; dan akses ke Internet menjadi jauh lebih cepat. Itu semua untuk memberikan kenyamanan dan kepraktisan bagi para penggunanya dalam berkomunikasi.
2. Dari Sisi Penyedia Layanan 3.5G
Saat ini Indonesia memiliki tiga operator yang bermain pada jaringan HSDPA yaitu Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo Pratama (XL). Persaingan ketiganya cukup ketat.
DAMPAK TEKNOLOGI 3.5G
1. SISI POSITIF
Kemampuan yang ada pada teknologi 3.5G ini tentunya diharapkan mampu memberikan lebih banyak kemudahan dan efektivitas untuk berbagai sisi kehidupan masyarakat. Dengan adanya teknologi 3.5G, bidang pendidikan juga akan terbantu. Sangat mungkin, buku-buku pelajaran akan bertransformasi bentuk dalam kemasan digital dan didistribusikan lewat content provider.
Dengan kecepatan yang dahsyat itu, teknologi 3.5G menghantarkan pengalaman multimedia bagi penggunanya. Mulai dari download email, video calling, hingga streaming video, dapat dilakukan dengan kualitas yang bisa dipastikan jauh lebih baik. Untuk dunia hiburan, kehadiran 3.5G memungkinkan penggunanya untuk melakukan download file-file audio/video on demand. Karena waktu download semakin singkat, maka harapan masyarakat terhadap layanan yang low cost bisa tercapai tanpa kehilangan kualitas transfer data yang selama ini menjadi satu ‘tantangan’ bagi dunia Internet di Indonesia.
Dengan hadirnya teknologi 3.5G di tengah masyarakat tentu akan banyak berbagi kemudahan yang kita dapatkan. Semakin mudahnya kita dalam mengakses internet merupakan salah satu hal yang paling terasa setelah hadirnya teknologi 3.5G di masyarakat. Masyarakat tidak perlu lagi pergi ke warnet untuk sekedar menikmati akses internet. Pada saat teknologi ini hadir, internet tidak lagi menjadi suatu hal yang eksklusif, namun akan lebih ekonomis karena diakses dapat dijangkau lebih banyak orang.
2. SISI NEGATIF
Kemunculan teknologi 3.5G menciptakan teknologi yang benar-benar membantu manusia dalam segala hal. Namun, selain berfungsi dalam membantu manusia teknologi 3.5G memiliki dampak sosial yang negatif bagi manusia dan kehidupannya. Semakin lama, kehidupan manusia akan semakin bergantung pada teknologi. Ketergantungan inilah yang akan menimbulkan efek buruk bagi manusia. Apapun yang ingin dilakukan oleh manusia menjadi semakin bergantung pada kecanggihan teknologi terutama dalam hal informasi. Semuanya serba praktis dan cepat.
Karena ketergantungan pada teknologi tersebut nantinya juga menyebabkan berkurangnya interaksi sosial. Segala sesuatu yang bisa dimediasi oleh teknologi 3.5G tidak akan dilakukan lagi di dunia nyata dengan saling berinteraksi. Adanya teknologi 3.5G menyebabkan segala pertemuan atau pembicaraan yang biasanya dilakukan dengan tatap muka di ”darat” berpindah dalam interaksi di dunia maya. Ini merupakan dampak yang negatif bagi manusia sebagai penggunanya. Manusia serasa menjadi makhluk teknologi dibandingkan makhluk sosial.
Sementara itu, dalam lingkungan manusia sendiri pun juga akan tercipta kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial ini dapat terjadi karena tidak semua manusia akan memiliki teknologi 3.5G.. Di antara manusia tersebut masih ada yang memiliki teknologi 2G atau 3G, atau bahkan belum mengenal sama sekali. Dari sinilah kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin terlihat. Mereka yang kaya pasti memiliki teknologi 3.5G sedangkan yang miskin masih berkutat dengan teknologi yang lebih rendah dari 3.5G.
Selain kesenjangan sosial, juga akan muncul budaya konsumtif terhadap teknologi dalam kehidupan manusia. Mereka akan semakin konsumtif dengan ponsel berteknologi 3.5G. Hal ini karena kecanggihan dari fitur-fitur yang diberikan semakin lama akan semakin bertambah. Manusia akan merasa tidak puas dengan teknologi yang ia pakai. Ada gengsi yang dipertaruhkan dalam kehidupan manusia
Dari segi ekonomi, yang terkena dampak negatif adalah pengusaha warnet. Seperti diketahui, teknologi 3.5G memungkinkan para penggunanya untuk akses internet secara cepat. Untuk pengiriman data pun juga dilakukan dengan cepat. Hal inilah yang merugikan warnet.. Mereka pasti kehilangan sebagian besar penghasilannya karena orang-orang lebih memilih berselancar di dunia maya dengan ponsel berteknologi 3.5G daripada harus jauh-jauh menuju warnet. Sehingga, pengusaha warnet pun semakin sedikit.
Selain itu, pornografi pun dapat menyebar secara luas. Dengan Fitur video call, bukan tidak mungkin mereka bakal saling berselingkuh jarak jauh dengan perantara video call, bahkan bias juga menjadi media bisnis “esek-esek” dengan memanfaatkan fasilitas video streaming.
PERBANDINGAN GSM DENGAN CDMA
1.1 Pendahuluan
Dunia mengenal dua teknologi seluler digital, yaitu GSM dan CDMA. Dari populasinya, GSM lebih unggul dibanding CDMA karena ia digunakan lebih awal, tahun 1990-an, dan menerapkan standard terbuka yang dapat dikembangkan siapa saja. Kehadiran telepon seluler berbasis teknologi CDMA memang menimbulkan permasalahan pada sisi operator seluler berbasis GSM. Bagaimana tidak, ketika hampir seluruh operator GSM mulai mengaktifkan layanan GPRS yang mengedepankan layanan selalu terhubung ke jaringan dan kemampuan mengirim data, suara dan gambar serta tentunya koneksi ke internet, ternyata justru kehadiran CDMA menjadi sebuah booming yang lebih heboh dan bahkan sampai sekarang jumlah pelanggannya semakin bertambah dengan cepat. Terutama karena layanan ini menjanjikan tarif yang lebih murah.
1.2 Sejarah Perkembangan Tegnologi Seluler
Perkembangan teknologi seluler atau jaringan telepon wireless itu dibagi kedalam 3 generasi, dimulai dari generasi 1 G pada akhir tahun 1970 an di Amerika dan pada tahun 1980 an di daratan Eropa. Generasi ini masih bersifat system analog. Ada yang dikenal dengan istilah AMPS (Advanced Mobile Phone Service ). Pertama kali diperkenalkan di New Jersey dan Chicago pada tahun 1978.
Generasi 1 G masih banyak memiliki kelemahan, yaitu mobilitas pengguna yang sangat terbatas karena belum adanya kemampuan handover, yang menyebabkan pembicaraan dari pengguna akan segera terputus apabila dia berada di luar jangkauan area, efisiensi yang sangat kecil dan menyebabkan hanya sedikit pengguna saja yang dapat berbicara dalam waktu bersamaan, sistem ini tidak dapat dioptimasi lebih lanjut karena keterbatasan kemampuan kompresi dan pengkodean data, sistem ini harus memggunakan perangkat dan peralatan yang berat dan tidak praktis serta masih sangat mahal untuk ukuran waktu itu. Generasi kedua yaitu dikenal dengan 2 G, standarisasi yang dipakai adalah teknologi GSM pada tahun 1990 an di Eropa, sedangkan di Amerika mereka mengembangkan teknologi CDMA yang diperkenalkan oleh Qualcomm. Untuk teknologi 2 G ini sudah memiliki kelebihan seperti suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih, efisiensi spektrum/frekuensi menjadi meningkat, serta kemampuan optimasi sistem yang ditunjukkan dengan kemampuan kompresi dan pengkodean data digital. Handset yang diperlukan untuk sistem ini juga menjadi sangat simpel, kecil, dan ringan, karena digunakannya chip digital untuk SIM (Subscriber Identification Module). Teknologi chip digital juga memungkinkan penambahan fitur-fitur baru sebagai layanan tambahan, seperti voice mail, call waiting, dan short message service (SMS). Dalam sistem baru juga harus terdapat kemampuan yang dapat mengantisipasi mobilitas pengguna serta kemampuan melayani lebih banyak pengguna untuk menampung penambahan jumlah subscriber baru. Karena hal ini tidak dapat dilakukan dengan mempertahankan sistem analog, maka kemudian diputuskan untuk merombak sistem dan menggantinya dengan sistem digital.
Generasi ketiga yaitu dikenal 3 G, ada 3 standart system yang dibakukan untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhanced Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA (WCDMA), dan CDMA2000. Teknologi 3G diperkenalkan untuk tujuan sebagai berikut :
1. Menambah efisiensi dan kapasitas jaringan
2. Menambah kemampuan jelajah ( Roaming )
3. Mencapai kecepatan transfer data yang lebih tinggi
4. Peningkatan kualitas layanan (Quality of Service – QOS)
5. Mendukung kebutuhan internet bergerak
1.3 Perbandingan CDMA Dengan GSM
Dari aspek teknologi baik GSM maupun CDMA merupakan standar teknologi seluler digital, hanya bedanya GSM dikembangkan oleh Negara-negara eropa dan bersifat ‘open source’, sedangkan CDMA dari kubu Amerika dan Jepang. Yang perlu diperhatikan bahwa teknologi GSM dan CDMA berasal dari jalur yang berbeda, sehingga perkembangan ke generasi 2,5G dan 3G berikutnya akan berbeda terus. Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interfensi, dan sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat mengakses pita spectrum frekuensi secara bersama karena mempergunakan teknik pengkodean tertentu.
Ponsel CDMA ada dua jenis yakni tanpa kartu sehingga nomer panggilnya harus diprogram oleh petugas operator yang bersangkutan, dan satu lagi ponsel CDMA yang dilengkapi dengan RUIM (Removal User Identification Module) atau dalam istilah GSM dikenal dengan SIM Card. Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan CDMA. misalnya, komunikasi selular tidak lagi rawan radiasi, tidak lagi seperti suara robot, tidak terputus-putus. CDMA menjadi booming yang lebih heboh dan bahkan sampai sekarang jumlah pelanggan semakin bertambah dengan cepat. Terutama karena layanan ini menjanjikan tarif yang lebih murah. Sedangkan GSM memiliki keistimewaan yang tidak terdapat pada sistem analog maupun pada American Digital Cellular (ADC) yaitu adanya standarisasi interface antar masing-masing sub sistem. Dengan demikian, GSM menjanjikan suatu sistem yang tidak harus dimonopoli oleh satu merk. Dalam arti bahwa Switching,dan Base Station dapat berasal dari merek/pemasok yang berbeda. Kondisi ini jelas sangat menguntungkan pihak operator, karena tidak ada ketergantungan sama sekali terhadap satu supplier. Perbedaan mendasar dari teknologi CDMA adalah sistem modulasinya. Modulasi CDMA merupakan kombinasi FDMA (Frekuensi Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access). Pada teknologi FDMA, 1 kanal frekuensi melayani 1 sirkuit pada satu waktu, sedangkan pada TDMA, 1 kanal frekuensi dipakai oleh beberapa pengguna dengan slot waktu yang berbeda. Pada CDMA beberapa pengguna bisa dilayani pada waktu bersamaan dan frekuensi yang sama, dimana pembedaan satu dengan lainnya ada pada sistem coding-nya, sehingga penggunaan spektrum frekuensinya teknologi CDMA sangat efisien. Kelebihan yang ditawarkan CDMA antara lain kualitas suara dan data, harga atau tarif yang lebih murah, investasi yang lebih kecil, dan keamanan dalam berkomunikasi (tidak mudah disadap). Teknologi GSM dengan GPRS nya akan terlibas dengan content pada CDMA karena keterbatasan akan lebar data dan aplikasi multimedia pada teknologi GSM.
No Jenis CDMA GSM
1. Kualitas suara Lebih Jernih -
2. Kualitas data Lebih cepat dan berkualitas Sering terjadi drop call
3. Coverage (Jangkauan) Terbatas (sementara) Lebih luas
4. Biaya per user Lebih murah -
5. Investasi per user US$ 160/S SM (Telkom Flexi) US$ 200-300/S SM (CDMA Wireless) -
6. Security Tidak bisa disadap Mudah disadap
7. Roaming Masih terbatas Luas
8. Aksesori Handset terbatas dan tidak bisa berpindah -pindah Fleksibel dan banyak pilihan
9. Power output Maksimum 0,2 Watt, aman untuk peralatan elektronik dan kesehatan - Ket : Prediksi dan analisis di Indonesia untuk kasus TelkomFlexi dan CDMA Mobile-8
Sumber : Wawancara Warta Ekonomi
Kelemahan teknologi CDMA jika dibandingkan dengan GSM :
1. Luas cakupan BTS pada CDMA sangat tergantung dari berapa pelanggan yang menggunakannya. Beda dengan GSM, berapa pun yang menggunakan, cakupannya tetap.
2. Cakupan CDMA (maksimal) sama dengan GSM, tergantung dari berapa frekuensi yang digunakan. Makin kecil frekuensinya, makin luas cakupannya. Kalau seluler, CDMA atau GSM, menggunakan frekuensi 1900 MHz, cakupannya hanya sekitar 2 km, dengan 800 MHz bisa sampai 5-6 km. Namun, dengan 450 MHz, bisa sampai 30 km, bahkan hingga 120 km dengan antena khusus.
3. GSM berkemampuan roaming. Pemilik GSM dapat menggunakan ponsel di luar domisili atau operatornya, CDMA belum mampu.
Prediksi Pasar GSM dan CDMA Ke Depan
Dalam tempo kurang dari 3 tahun performansi TELKOMFlexi sebagai operator CDMA2000 telah mendapatkan pelanggan 3,5 juta. Selain itu operator CDMA2000 lain seperti Mobile8, Esia dan StarOne juga mulai gencar memperebutkan pasar di Indonesia yang masih terbuka dan masih jauh dari titik jenuh, karena densitas telepon masih sekitar 19% dari total fixed dan seluler. Pasar yang sedang diperebutkan adalah pasar yang tersisa dari pasar yang sudah diambil oleh operator GSM yang lebih dulu ada, lebih menguasai cakupan nasional dan punya mobilitas penuh. Tidak dipungkiri pasar ini adalah pasar kelas menengah bawah yang rata – rata masih sensitif terhadap biaya. Dengan struktur biaya yang lebih murah, para operator CDMA punya daya saing yang kuat untuk merebut pasar ini, sedangkan dari sisi kualitas layanan dan aplikasi yang diberikan juga tidak kalah malah ada beberapa layanan yang lebih unggul seperti kemampuan data paket, bila dibanding layanan yang diberikan operator GSM.
Selain itu tidak seperti terminal CDMA di negara lain, kecuali China, pelanggan telepon wireless CDMA di Indonesia dapat berganti – ganti terminal sesuai keinginannya seperti apa yang dilakukan ketika berlangganan di GSM, karena sudah menerapkan (Removable User Identity Module) RUIM layaknya SIM di sistem GSM. Diperkirakan ke depan pasar terminal CDMA akan makin marak dan bergairah dengan kondisi di atas apalagi vendor – vendor terminal besar seperti Nokia, Motorola dan Samsung serius untuk bermain di pasar ini. Dengan makin banyaknya pelanggan dan vendor yang memasarkan produk terminalnya ke pasar Indonesia, akan membuat harga turun dan ketersedian terminal lebih besar .
Sikap Operator
Untuk menjamin adanya terminal yang memenuhi persyaratan dan terhindar dari masalah di atas diperlukan suatu seritifikasi terhadap terminal sebelum dilempar ke pasar terutama di pasar yang menerapkan liberalisasi seperti di Indonesia. Hal ini untuk menjamin persyaratan elektrikal, kemampuan sistem dan fungsional terminal dapat dipenuhi sehingga memberikan layanan dengan kualitas baik.
Ada dua metode yang bisa ditempuh oleh operator wireless di Indonesia:
- Pertama adalah dengan membeli terminal dari vendor. Dengan membeli terminal dari vendor operator dapat mengendalikan persyaratan yang dibutuhkan sehingga terminal yang diberikan kepada pelanggan terjamin kualitasnya.
- Kedua adalah menjadi anggota dan sekaligus mengikuti sertifikasi yang dilakukan oleh CDMA Certification Forum (CCF).
Kesimpulan
Terminal adalah sisi penting bagi operator jaringan wireless dalam memberikan layanan yang handal. Karena sebaik dan seindah apapun infrastruktur dan layanan yang ditawarkan operator tidak akan berarti bila ketersediaan terminal yang handal dan harga terjangkau tidak bisa diperoleh oleh pelanggan. Untuk itu sudah seharusnya bagi operator untuk mengalokasikan dana dan unit khusus yang menangani terminal bila ingin berhasil dalam layanan.
Ket : Tugas Mid Semester Perkembangan Teknologi Komunikasi
RANDHI YUSTIADI WID
NIM : 153060057
KELAS A
Kamis, 09 Juli 2009
PERBANDINGAN TEKNOLOGI ANALOG DAN DIGITAL
PERBANDINGAN TEKNOLOGI ANALOG DAN TEKNOLOGI DIGITAL
PENDAHULUAN
Di masa saat ini ,yang mana seluruh teknologi serba canggih dan teknologi juga semakin maju.Memasuki abad ke 21, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Sesuatu yang tampaknya mustahil di masa lalu, menjadi sesuatu yang nyata sekarang ini. Contohnya saja komputer, televisi tiga dimensi, dan lain-lain. Sekarang ini semua alat-alat canggih dapat kita nikmati. Kemajuan teknologi benar-benar menjadikan hidup kita lebih mudah.Semua itu bisa terjadi karena adanya orang-orang bernama ilmuwan yang menemukan teknologi teknologi canggih tersebut. Mereka mencari informasi dan mempelajari dengan sangat detail informasi yang dapat mewujudkan impian mereka yang akhirnya sekarang dapatkitanikmati.Perkembangan teknologi juga membawa hal baru, yaitu revolusi komunikasi. Hal itu dikarenakan, perkembangan teknologi yang bisa dikatakan paling pesat adalah perkembangan di dalam bidang komunikasi. Penemuan-penemuan seperti telepon, mesin faks, telepon selular, scanner, dan lain-lain adalah alat-alat yang membantu menciptakan hubungan komunikasi yang lebih mudah antar sesama manusia.Teknologi yang sekarang ini benar-benar sedang berkembang pesat. Dikarenakan dalam dunia yang analog yang kita jalankan sekarang, kita terus menuntut kebutuhan yang sepertinya sudah sulit dipenuhi oleh teknologi analog, untuk itulah teknologi digital dikembangkan. Teknologi digital dalam komunikasi adalah hal yang sangat penting.
Teknologi analog adalah proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Sinyal analog bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang kontinu. Sinyal analog merupakan pemanfaatan gelombang elektromagnetik. Proses pengiriman suara, misalnya pada teknologi telepon, dilewatkan melalui gelobang elektromagnetik ini, yang bersifat variable dan berkelanjutan. Kecepatan dari gelombang ini disebut dengan hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik.Contohnya seperti:1. Telepon analog:Digunakan sebagai media untuk mengirimkan suara, dan salah satu untuk mengirimkan suara, dan salah satu penerapan konsep analog.2.Televisi analog:Televisi yang menerjemahkan sinyal menggunakan gelombang radio. Pemancar televisi mengirimkan gambar dan suara melalui gelombang radio, diterima oleh antena di rumah dan diterjemahkan menjadi gambar yang kita tonton.Teknologi digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 atau disebut juga biner untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Signal tersebut disebut sebuah bit. Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu :• Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.• Penggunaan yang berulang – ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informsi itu sendiri.• Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.• Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.
PEMBAHASAN
PERBANDINGAN TEKNOLOGI ANALOG DAN TEKNOLOGI DIGITAL
Teknologi Analog
Analog merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Misalnya ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirimkan melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang. Dan kemudian, ketika gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari komunikasi tersebut. Namun terkadang Analog berdasarkan peralatan yang melalui beberapa tahapan tertentu yang membutuhkan proses yang lama dan merepotkan.
Analog berarti kuno dan digital berarti moderen, analaog murah, digital mahal, atau analog berarti tidak seperti digital yang identik dengan angka-angka. Begitulah anggapan ”awam” tentang analog dan digital. Coba saja kita lihat istilah jam analog dan jam digital, perbedaannya adalah yang menggunakan ”jarum” adalah analog, dan yang berupa ”display” angka-angka adalah digital. Analog dan digital sebenarnya lebih kepada istilah dalam penyimpanan dan penyebaran data.
Jika kita meng-copy (menyalin) atau merekam pita kaset, tentu hasilnya banyak ditentukan oleh alat perekamnya, kebersihan ”head” rekam nya, dan sebagainya, semakin banyak kamu merekam ke tempat lain, kualitas suaranya akan berubah. Tapi dengan meng-copy file MP3, kamu akan mendapat salinannya sama persis dengan aslinya, berapapun banyaknya kamu menggandakannya.Kini ada juga yang menyalin lagu-lagu dari pita kaset menjadi file, atau disebut juga "men-digital-isasi". Namun dalam bidang audio ini, sistem analog masih memiliki beberapa ”keunggulan” dibanding sistem digital, yang menyebabkan masih ada beberapa penggemar fanatik yang lebih menyukai rekaman analog.
Sedangkan Perbedaan kamera analog (manual) dan kamera digital hanya terletak pada media penyimpanannya, kalau kamera sebelumnya ”menyimpan” data gambar dalam bentuk filem yang harus kamu proses dulu untuk bisa mendapatkan ”foto” nya, sementara kamrea digital menyimpan data gambarnya dalam bentuk data ”digital” yang bisa langsung kamu nikmati sesaat setelah ”dijepret”.Dan dalam bidang telekomunikasi, perbedaan telepon analog dan digital, bukan berdasarkan jenis pesawat teleponnya, namun kepada ”sistem” di sentral teleponnya, walaupun untuk mendukung sistem sentra yang digital, diperlukan pesawat telepon khusus. Begitu juga dengan siaran televisi analog dan digital. Siaran Analog kadang terganggu oleh cuaca, letak bangunan, dan penyebab lainnya, sementara siaran digital memiliki kualitas suara dan gambar yang lebih bagus, karena ”data”-nya tidak mengalami ”gangguan” saat dikirim ke TV penerima.
Sebenarnya Analog kadang dapat menguntungkan daripada Digital, karena prosesnya sederhana belum berbasiskan angka-angka yang rumit, tetapi terkadang orang tidak ingin mengambil pusing dengan permasalahan seperti itu dan cenderung memilih proses secara digital karena dirasa lebih cepat, tepat dan akurat serta dapat menghemat waktu.
Rangkaian analog adalah kebutuhan dasar yang tak tergantikan di banyak sistem yang kompleks, dan menuntut kinerja yang tinggi.coba kita lihat sedikit aplikasi dimana analog sulit atau bahkan mustahil untuk digantikan.1.Pemrosesan Sinyal dari Alamsecara alamiah, sinyal yang dihasilkan alam itu adalah berbentuk analog. misalnya sinyal suara dari mikrofon, seismograph dsb walaupun kemudian bisa diproses dalam domain digital, sehingga banyak alat yang mempunyai bagian ADC dan DAC. nah pembuatan ADC dan DAC dengan presisi dan kecepatan tinggi, konsumsi daya rendah itu sangat sulit, ini memerlukan orang-orang analog.
2. Komunikasi DigitalUntuk mengirim sinyal melalui kabel yang panjang biasanya juga harus diubah dulu menjadi sinyal analog, memerlukan juga perancangan ADC dan DAC.
3. Disk Drive Electronics Data storage --> binari (Digital) dibaca oleh "magnetic head" --> ANALOG (small, few milli Volt, high noise) disini sinyal perlu di "amplified, filtered, and digitized"
4. Penerima nir-kabel (wireless)Sinyal yang diambil/diterima oleh antenna penerima RF adalah ANALOG (few milli volt, high noise)
5. Penerima Optismengirim data kecepatan tinggi melalui jalur fiber optic yang panjang data harus diubah menjadi bentuk cahaya (light) = ANALOG perlu perancangan rangkaian kecepatan tinggi, dan pita lebar (broad band) oleh orang analog. (saat ini kecepatan receiver 10-40Gb/s)
6. Sensor Video Camera --> citra/image diubah menjadi arus mengunakan larik fotodioda sistem ultrasonik --> menggunakan sensor akustik untuk menghasilkan tegangan yang proporsional dengan amplitudo accelerometer --> mengaktifkan kantong udara ketika kendaraan menabrak sesuatu, maka perubahan kecepatan diukur sebagai akselerasi itu adalah kerjaan Analog
7. Mikroprosesor & Memory walaupun sesungguhnya DIGITAL, tapi pada kecepatan tinggi (high speed digital design), perilakunya mirip analog -->dilihat sebagai sinyal analog -->perlu pengertian tentang sistem Analog
Kenapa analog lebih sulit dari digital? 1. digital hanya mempertimabangkan speed, power dissipation analog harus memepertimbangkan speed, power dissipation, gain, precission, supply voltage dsb
2. Analog lebih sensitif terhadap derau/noise, crosstalk dan interferensi (kecepatan & presisi)
3. jarang yang bisa diotomatisasi dalam perancangan seperti digital yang bisa di Lay out dan sintesis secara otomatis.
4. Modelling & Simulation untuk analog memerlukan pengalaman karena banyak efek dan perilaku yang "aneh"
Teknologi Digital
Teknologi Digital merupakan hasill teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (juga dengan biner) untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Signal tersebut disebut sebuah bit.
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yaitu: -Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi yang dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
-Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.-Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.
-Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besardanmengirimnyasecarainteraktif.Kelebihan informasi digital adalah kompresi dan kemudahan untuk ditransfer ke media elektronik lain.
Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya disebut dengan mengupload. Cara seperti ini disebut online di dunia cyber.
Systemtranmisidigitalmenyediakan: -Tingkatpengirimaninformasiyanglebihtinggi.-Perpindahan informasi yang lebih banyak.
-Peningkatanekonomi.-Tingkat kesalahan yang lebih rendah dibangdingkan system analog.Contoh saja computer, computer mengolah data yang ada adalah secara digital, melalui sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya, computer hanya mengenal dua arus, yaitu on dan off, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Kombinasi dari arus on atau off inilah yang mampu membuat computer melakukan banyak hal, baik dalam mengenal huruf, gambar, suara, bahkan film – film yang menarik yang akan kita tonton dalamformatdigital.Perkembangan teknologi digital dari computer dapat mengakibatkan dampak positif dari segala pihak yang dapat memanfaatkannya.Begitu juga dengan televisi digital, Televisi digital adalah standar baru transmisi gambar dan suara untuk menggantikan sistem analog yang ada sekarang. Selain keunggulan kualitas gambar/suara, televisi digital juga menjanjikan penghematan yang luar biasa dalam hal lebar bandwidth sinyal siaran, krisis keterbatasan alokasi frekuensi akan hilang sehingga akan lebih banyak channel yang bisa ditawarkan ke pemirsa.Tidak hanya itu, stasiun pemancar atau stasiun televisi juga bisa menggunakan beberapa sinyal dalam satu lebar gelombang yang sama, memungkinkan untuk melakukan siaran atau menambahkan isi atau informasi tambahan dalam sinyal televisi digital. Untuk yang memanfaatkan televisi kabel/satelit, bisa memanfaatkannya untuk melihat jadwal atau informasi tambahan dalam bentuk teks dalam sebuah program/channel tertentu.
Catatan : Tugas Perkembangan Teknologi Komunikasi "Perbandingan Teknologi Analog dan Digital"
Disusun oleh : RANDHI YUSTIADI WID (153060057) / A